Beranda > Ngelmu Manca > Tat Tvam Asi : Itulah Kau !

Tat Tvam Asi : Itulah Kau !

5 Steps to Awareness ; 40 Kebiasaan Orang yang Tercerahkan, karya terakhir Mahaguru Shankara Saadhanaa Panchakam.

Saduran dan ulasan dalam bahasa Indonesia oleh : ANAND KRISHNA

Dalam usia yang tergolong masih muda, Shvetaketu telah menguasai berbagai cabang ilmu. Ia baru berusia 24 tahun, namun para cendekiawan dan sarjana senior yang jauh lebih tua mengakui penguasaannya.

Sayangnya, bersama pengetahuan datang pula keangkuhan.

Ayah Shvetaketu melihat kesia-siaan putranya. Suatu hari ia memanggil anaknya dan berkata,” Shvetaketu, berbagai cabang ilmu telah kau kuasai, tetapi apakah kau bisa mendengar Ia yang tak terdengar ? Merasakan Ia yang melampaui segala macam rasa ? Dan, mengetahui Ia yang berada di atas segala macam pengetahuan ? Apakah ilmu itupun telah kau kuasai ?”

Shvetaketu bingung. Setelah membisu sebentar ia menjawab,” Adakah ilmu semacam itu ?”

“ Ada, dan kau dapat menguasainya “ jawab sang ayah.

“ Bagaimana, ayah ? Tolong ajarkan kepadaku.” Shvetaketu baru menyadari kegagapannya. Ternyata masih ada cabang ilmu yang belum dikuasainya. Ilmu yang jauh lebih penting darrpada segala macam ilmu yang pernah dipelajarinya.

“ Tanah liat di seluruh dunia berada di luar jangkauanmu. Namun, segumpal tanah liat berada dalam jangkauanmu. Dengan mengetahui sifat segumpal itu, kau dapat mengetahui sifat tanah liat secara keseluruhan, secara utuh. Dengan mempelajari sifat benda-benda yang berada dalam jangkauanmu, kau dapat mempelajari sifat Yang Tak Terjangkau !”

“ Aku masih bingung, ayah,” jawab Shvetaketu jujur.

“ Tanah liat digunakan untuk membuat berbagai macam peralatan, bahkan mainan, patung, dan lain sebagainya. Bentuk peralatan dan benda-benda itu memang beda, tetapi intinya tetap satu dan sama, tanah liat. Nama dan sebutan yang kita berikan pada setiap benda beda, namun perbedaan itupun tidak mempengaruhi inti setiap benda. Walau berbeda bentuk, wujud atau rupa, maupun nama atau sebutannya, bahan dasarnya masih tetap sama. Tanah liat.”

“ Contoh lain, emas. Kita menggunakannya untuk membuat berbagai macam perhiasan. Setiap perhiasan beda bentuknya, beda pula sebutannya, namun bahan bakunya tetap satu dan sama. Beda rupa dan nama adalah pemberian manusia ; buatan kita. Kita membentuk tanah liat dan emas sesuai dengan kebutuhan kita. Nama atau sebutanpun semata untuk mempermudah perkenalan rupa yang beda-beda itu.”

Tak ada yang sulit dipahami. Shvetaketu mengerti.

“ Nama dan rupa berasal dari manusia. Bahan baku bersifat alami. Nama dan rupa berbeda dan dapat berubah. Bahan bakunya tetap sama, tidak ikut berubah.”

“ Saya baru paham, Ayah. Terima kasih. Tapi saya ingin tahu lebih banyak … lebih banyak tentang gumpalan tanah yang dapat kupelajari untuk mengetahui sifat tanah liat. Adakah kitab yg harus kubaca utk itu ?” Shvetaketu masih tidak dapat memisahkan diri dari pengetahuan yang diperoleh dari buku, dari sumber-sumber di luar diri.

Sang ayah tersenyum,” Shvetaketu, janganlah kau terjebak dengan lembaran kitab. Pengetahuan yang kau peroleh dari kitab hanyalah satu sisi dari Pengetahuan Sejati. Keseluruhannya hanya untuk menyadarkan dirimu bahwa masih ada yang jauh lebih tinggi, lebih penting, lebih mulia. Sesuatu yang tak tertuliskan, tak terjelaskan lewat kata-kata. Pengetahuan Sejati adalah Pengetahuan tentang Sifat yang Satu itu. Segala sesuatu dalam alam ini berasal dari Yang Satu Itu.”

Shvetaketu mengangguk-angguk, dan ayahnya meneruskan,” Untuk memahaminya, pelajarilah dirimu. Shvetaketu, gumpalan tanah liat itu adalah dirimu. Tat Tvam Asi — Itulah Kau. Dengan mempelajari diri yang berada dalam jangkauanmu, kau dapat mengetahui sifat dasar Yang Tak Terjangkau Itu !”

(Bersambung)

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s