Beranda > Nasional, Politik > GADIS TUDING DIN SYAMSUDIN PROVOKATOR BERKEDOK TOKOH AGAMA

GADIS TUDING DIN SYAMSUDIN PROVOKATOR BERKEDOK TOKOH AGAMA

Sumber : K@BARNET, 19 Januari 2011

Jakarta – Kontroversi pernyataan tokoh agama tentang kebohongan rezim SBY berujung pada penyerangan figur pribadi. Serangan di antaranya disuarakan kelompok yang menamakan diri Gerakan Anti Din Syamsuddin atau Gadis.

Serangan disampaikan kelompok Gadis dengan membentangkan spanduk untuk Din Syamsuddin, Selasa (18/1), di sejumlah area publik di Jakarta. Satu di antaranya terpasang di depan gedung DPR/MPR Jakarta. Din yang turut dalam penyusunan pernyataan sikap yang berjudul kebohongan rezim SBY dituduh sebagai provokator yang berkedok tokoh agama.

Beberapa isi tulisan spanduk itu antara lain, “Din Syamsuddin Segeralah Bertaubat Kembali Ke Jalan yang benar”, “Kami Sudah Muak Dengan Povokasi Din Syamsuddin” dan “Din Provokator Berkedok Tokoh Agama/Intelektual”.

Sebelumnya, serangan yang bersifat pribadi terhadap Din juga telah dilakukan politisi Partai Golkar yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad.

Menurut Fadel, dengan turut dalam penyusunan pernyataan sikap berjudul kebohongan rezim SBY, Din tidak layak disebut sebagai intelektual. Fadel bahkan menyebut Din Syamsuddin sebagai tokoh antagonis.

Sementara Din Syamsuddin mebantah sejumlah serangan yang bersifat pribadi terhadap dirinya dan para tokoh agama lainnya terkait kritikan untuk pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, ia mengaku menerima banyak serangan menyusul pernyataan sikap para tokoh lintas agama untuk pemerintahan SBY itu. Bahkan, secara pribadi, dirinya dituding sebagai provokator.

Menurut Din, pandangan itu sangat keliru. Sikap dan pandangan para tokoh agama, baik secara lisan maupun tertulis, adalah sikap dan pernyataan bersama. Dan itu murni dilandasi rasa tanggung jawab para tokoh agama terhadap kelangsungan bangsa dan negara ini.

Selain itu, Din menambahkan ada juga gerakan anti dirinya mengatasnamakan Gadis (Gerakan Anti Din Syamsuddin) yang menyebarkan spanduk dan pamflet anti Din Syamsuddin yang bertuliskan “Din Provokator”, dan berbagai spanduk lainnya.

“Saya dianggap ingin memakzulkan pemerintah dengan gerakan tokoh lintas agama. Padahal saya tidak setuju dengan pemakzulan. Itu tidak baik dan jangan kaitkan gerakan tokoh lintas agama dengan pemakzulan,” ucap Din, yang mengaku juga menyampaikan masalah ini ke SBY saat pertemuan kemarin malam.   [mtr/kn]

 

BERITA LAINNYA ;

  1. CIA dan SATGAS terlibat pembuatan paspor Gayus
  2. Denny Indrayana Penghianat ?
  3. Transkrip percakapan Denny-SATGAS & Gayus
  1. Anawar
    27 Januari 2011 pukul 6:17 pm

    Mestinya Din Samsudin harus mawas diri, kalau merasa mewakili tokoh agama, agama apa yang dia wakili. Jangan seperti para teroris yang merasa perjuangannya untuk mepertahankan kesucian agama ternyata orang-orang Islam justru mengutuknya. Sebelum menuduh pelajarilah program-program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan rakyat mulai dari Program kesehatan rakyat Jamkesmas, program pendidikan BOS, kredit-2 untuk usaha kcil dan menengah usaha2 meringankan bencana alam dan sebagainya. Mestinnya kalangan tokoh agama justru harus mendukungnya bukan hanya sekedar mengritiknya tanpa berbuat apa-apa. Sebagai pimpinan Muhammadiyah apa program anda tentang Yatim piatu, rumah jompo, program pendidikan dan program perumasakiatan serta jaminan sosial untuk anggotanya ? Jangan GADIS di anggap menyerang diri anda, anggaplah itu sebagai peringatan bahwa anda adalah pimpinan Muhammadiyah. Lebih baik anda mengatakan sampai mati memperjuangkan muhammadiyah dari pada menuduh-nuduh orang dengan kebohonngan. Siapa sebenarnya yang berbohong ? tegakkanlah ahlakul karimah sebagai orang Islam.

    • 27 Januari 2011 pukul 7:44 pm

      Tks sobat Anwar, atas kunjungannya …
      Ulasan serta komentar yang menarik sekali. Saya sepakat dengan yang sobat katakan, jangan sampai bilang memperjuangkan Islam namun kenyataannya umat Islam justru mengutuknya. Sungguh berbahaya jika sampai terjadi seperti itu, karena bagi yang tidak mengerti ataupun kelompok yang anti Islam, tentunya akan langsung ‘gebyah uyah’ bahwa Islam yang sesungguhnya itu memang teroris. Setahu saya, dulu Islam itu begitu damai, namun setelah muncul kelompok2 yang mengklaim bahwa perjuangannya untuk kesucian agama Islam itu dengan menggunakan kekerasan, yang tampak kemudian justru tidak sedikit umat Islam yang menentang hal tersebut.
      Sekali lagi, tks byk atas kunjungan serta komentarnya, sobat …🙂

  2. Ethan Hunt
    17 Oktober 2013 pukul 6:21 pm

    Nafsu ingin jadi Menteri Agama yang GAGAL TOTAL…
    dengan dalih menjadi intelektual muslim berkedok agama
    tetapi sikap dan perilakunya seperti seorang yg tidak berpendidikan !

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s