Beranda > Serba Serbi > DISKOTEK DENGAN DESAIN MIRIP MASJID

DISKOTEK DENGAN DESAIN MIRIP MASJID

Wah, sekali-sekali Gubuge Ki Lurah Petruk jadi penyiar berita yah !🙂

 

Selamat membaca ! 😆😆😆

 

BERITA PERTAMA :

TEMPO InteraktifJakarta – Dalam dua hari terakhir, sebuah pesan dan foto diskotek dengan arsitektur masjid beredar di Blackberry Messanger. Foto tersebut  menyebutkan La Meca, diskotek di Aguila, Murcia Spayol. Dalam pesan tersebut juga mengutip kecaman dari Sekretaris Persatuan Masyarakat Islam Murcia, Mohammed Reda e-Qady.

Foto itu memperlihatkan sebuah bangunan dengan kubah dengan cahaya warna-warni. Setelah menelusuri pesan tersebut, memang benar ada diskotek di Aquila namun namanya sudah berganti bukan lagi La Meca tapi La Isla. Polemik atas berdirinya diskotek dengan bangunan mirip masjid ini juga sudah merebak beberapa bulan lalu.
Seperti di laman situs Metro.co.uk pada September lalu, memuat sebuah artikel yang menyebutkan sebuah diskotek di Spanyol akan berganti nama setelah mendapat kecaman dari umat Muslim. Nama diskotek La Meca dianggap menghina simbol kota suci umat Muslim, Mekah. Selain mengganti nama, pemilik disktotek juga mengganti semua hal yang berbau Muslim seperti huruf dan logo klub tersebut.

 

Sebelum dijadikan diskotek, bangunan yang terletak di kota yang terletak di pinggir laut Mediterania itu adalah resort terkenal pada 1980-an hingga 1990-an, resort tersebut memang bergaya bangunan mediterania dengan kubah yang identik dengan umat Muslim. Resort tersebut ditutup dan dibuka lagi pada 19 Juni 2010 dan berganti wujud menjadi diskotek.
Dalam situs simplynetworking.es, polemik ini timbul setelah ada seorang Muslim datang untuk melamar pekerjaan di sana, dia kaget setelah melihat nama, bangunan dan ciri-ciri Islam di diskotek itu. Sampai akhirnya meledak dan sejumlah umat Muslim Spanyol protes.
Mounir Benjelloum, wakil presiden Federasi Islam bertemu dengan pemilik diskotek. Pemilik tersebut berdailih, mereka tidak berniat menyerang siapapun. “Kami pengusaha, tidak mengerti agama, beberapa warga setempat mengusulkan nama tersebut sebagai nostalgia,” kata Benjelloun menirukan pemilik. Menurut si pemilik, tempat disko La Meca itu dibuka pada 1989 sebagai bagian dari resort,  banyak orang yang suka dengan tempat ini sehingga nama itu dipakai lagi.
Kini nama diskotek itu sudah bukan La Meca, tapi La Isla seperti yang tercantum dalam situs diskotek tersebut. Bentuk huruf yang semula mirip dengan huruf Arab juga berubah menjadi huruf biasa. Yang tersisa hanya kubah dan bentuk bangunannya yang sepintas mirip masjid.🙄🙄🙄🙄🙄
PGR

BERITA KE DUA :


Penyatuan Kurikulum Universitas Islam se-Dunia Terus Digagas

TEMPO InteraktifPONOROGO – Pimpinan universitas Islam dari 12 negara, Minggu (9/1), mengikuti Konferensi Internasional Universitas Islam ke-2 di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Pondok Modern Darussalam, Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Mereka yang tergabung dalam Liga Universitas Islam, membahas berbagai pemikiran termasuk merumuskan penyatuan kurikulum dan meningkatkan jaringan antar universitas Islam se-dunia.

Konferensi digelar selama tiga hari sejak hari ini hingga Selasa (11/1). Pimpinan universitas Islam yang hadir di antaranya dari Mesir, Arab Saudi, Syiria, Libya, Yaman, Pakistan, India, Malaysia. Panitia juga mengundang pimpinan universitas Islam dan negeri yang ada di Indonesia.

“Penyatuan kurikulum antar universitas Islam bermanfaat agar mahasiswa dari Indonesia bisa melanjutkan jenjang pendidikan ke universitas Islam di negara-negara Arab,” kata Ketua Panitia Konferensi Hamid Fahmy Zarkasyi, yang juga Pembantu Rektor dan Direktur Program Pasca Sarjana ISID Darussalam, Gontor, saat jumpa pers hari ini.

Hamid menambahkan bahwa salah satu kendala selama ini adalah mahasiswa Indonesia tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena perbedaan kurikulum yang dianut masing-masing universitas Islam di berbagai negara. “Lulusan S-1 dari Indonesia tidak bisa langsung melanujutkan studinya ke S-2 di universitas di Arab, tapi harus menempuh S-1 lagi di sana,” paparnya.

Selain merumuskan penyatuan kurikulum, melalui konferensi ini diharapkan dapat meningkatkan jaringan antar universitas Islam se-dunia. “Dengan sering ketemu diharapkan bisa saling menyamakan persepsi,” ujarnya.

Hamid menuturkan dalam konferensi ini juga diharapkan bisa melahirkan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antar universitas Islam. “Kami juga sudah menyediakan draft MoU jika ada universitas yang mau bekerjasama,” ucapnya.

Selama ini menurut Hamid, ada beberapa kendala dalam menyatukan kurikulum. “Dasar kompetensinya sama. Namun untuk menyatukan perlu SDM dosen yang memadai, sumber literatur, dan intensitas pertemuan untuk menyamakan persepsi,” katanya.

Konferensi ini dibuka Direktur Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Supriadi Rustad. Menteri Pendidikan Nasional Muhamad Nuh batal hadir, sedangkan Menteri Agama Suryadarma Ali dijadwalkan hadir saat penutupan konferensi. ISHOMUDDIN.


BERITA KE TIGA :


Banjir Lahar Dingin
Ratusan Warga Terisolir, Bangunan Puskesmas dan SD Jebol


Jakarta – Banjir lahar dingin yang menutup akses Jalan Raya Magelang-Yogyakarta yang baru saja terjadi mengakibatkan ratusan warga di Kecamatan Salam dan Kecamatan Ngluwar terisolir.

“Ratusan warga terisolir. Mereka tidak bisa keluar dari rumahnya masing-masing karena jalan masuk dan sekitar desa sudah dikepung oleh luapan material lumpur dan pasir,” ujar M Habib (29), warga Dusun Sabrang Kali, Desa Ngluwar, Kecamatan Ngluwar, Magelang, Jawa Tengah melalui HP-nya saat dihubungi detikcom Minggu (09/01/2011) malam.

Ruas jalan di dua kecamatan yang berada di radius sembilan kilometer dari Jembatan Kali Putih, sudah dipenuhi material banjir lahar dingin berupa lumpur dan pasir setinggi kurang lebih dua meter.

Sebanyak enam dusun yang berada di bantaran Kali Blongkeng yang merupakan hulu sungai Kali Putih tepatnya di desa Ngluwar, Kecamatan Ngluwar yang ratusan warganya terisolir adalah Dusun Sirahan, Dusun Glagah, Dusun Gemampang, Dusun Gebayan, Dusun Trayem dan Dusun Sabrang Kali.

Habib menjelaskan sebuah bangunan Puskesmas dan Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Ngluwar pun ikut jebol akibat diterjang hantaman banjir lahar dingin. Banjir kali ini lebih besar dibanding hari Selasa (4/11) lalu.

Sementara di sisi barat Kali Putih sebanyak tiga Dusun di Desa Gulon, Kecamatan Salam yaitu Dusun Gempol, Dusun Gatakan dan Dusun Kadirogo, 500 warga juga terisolir dan tidak dapat keluar dari rumahnya.

Kendati ruas jalan tidak digenangi material lahar dingin, rata-rata warga takut keluar rumah karena suara gemuruh banjir masih terdengar jelas.

Selain itu, jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Gulon dan Salam sudah putus diterjang banjir lahar dingin. Suasana desa gelap gulita akibat padamnya listrik sehingga terkesan sangat mencekam.

“Ratusan warga tidak berani keluar rumah. Suara gemuruh banjir terdengar jelas. Selain itu listrik dalam kondisi padam,” ujar Ngadirgo (45), salah satu warga kepada detikcom.

Sampai saat ini arus lalu lintas di jalur Magelang-Yogyakarta masih ditutup karena terendam material banjir lahar dingin setinggi dua meter.

Ratusan petugas polisi Polres Magelang dan tim SAR serta Bankom Polres Magelang masih berjaga-jaga untuk menghalau para pengendara yang ingin melintasi jalan menuju ke Yogyakarta. Arus lalu lintas sudah dialihkan ke jalur alternatif, Desa Gunung Pring, Kecamatan Muntilan ke Kecamatan Ngluwar menuju ke Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta yang jaraknya 20 kilometer lebih.

(rdf/rdf)

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/01/09/235302/1542706/10/ratusan-warga-terisolir-bangunan-puskesmas-dan-sd-jebol

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s