Beranda > Nasional > SBY TERANCAM LENGSER

SBY TERANCAM LENGSER

Pagi ini tongkrong di Gubuge Ki Lurah Petruk, sambil baca-baca berita yang ada di K@barNet. Enak memang, tongkrong di sini. Bisa ngopi gratis, udud gratis, mau klekaran, mau tengkureb, mau jegang dlsb, bebas ! Asal kopi mau bikin sendiri ke dapur, mau berapa gelaspun gak masalah. Tapi nantinya gelas juga mesti nyuci sendiri, habisnya Ki Lurah gak punya pembantu, sih …😆

Enaknya berita apa yang mau di share, ya ? Bentar, saya tak mikir-mikir dulu …🙄❓🙄❓🙄❓ ………………….💡❗

Ini, cuplikannya :

Jakarta – Memasuki Tahun Baru 2011, situasi politik bisa membaik, bisa pula tambah ricuh. Ini terutama disebabkan oleh persengketaan elite politik yang ada di pemerintahan, khususnya di badan eksekutif dan legislatif. Ibarat bara api dalam sekam, koalisi besar pemerintahan SBY-Boediono yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab) mulai mengalami keretakan. Awal praha ini dimulai dari kurang terjalinnya komunikasi politik yang baik di antara sesama anggota Setgab. Akibatnya, sejumlah partai menengah seperti PKB, PPP, PKS, dan PAN merasa ditinggalkan saat Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menggelar pertemuan segitiga antara SBY-Sri Sultan Hamengkubuwono X dan dirinya untuk membahas RUU Keistimewaan Yogyakarta di penghujung Desember lalu.

Konflik ini terus memuncak kala kritik dan komentar pedas diarahkan ke partai Golkar dan Demokrat. PKS, misalnya, menuding pertemuan tersebut sebagai bentuk dominasi Golkar dan Demokrat di tubuh koalisi. Sikap ini tentu saja tidak etis dan mencederai koalisi. Meskipun, di dalam koalisi tak pernah ada aturan yang jelas yang mengatur sesama anggota koalisi.

Di sisi lain, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merasa partainya dikerdilkan partai besar di Setgab. Pengkerdilan tak cuma terjadi pada partai berlambang Kabah itu. Tapi juga mengancam 4 partai menengah yang tergabung di Setgab.

Pengamat politik Charta Politika Arya Fernandes memperkirakan, kekecewaan PKS dan PPP merupakan puncak ketegangan di antara anggota Setgab. Keretakan terjadi karena Setgab tak mampu menjaga keseimbangan. Dominasi Golkar membuat partai lainnya merasa kehilangan peran di Setgab.

Untuk berita selengkapnya, mangga, di klik di sini.😈

Dan satu berita lagi :

Rizal Ramli: SBY Jangan Terus Bermain KKN

Pengamat ekonomi Tim Indonesia Bangkit Dr Rizal Ramli yang juga mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur, mengungkapkan ada kesulitan ekonomi rakyat yang upahnya terus merosot selama enam bulan terakhir, sementara skandal Century diduga merugikan negara sekitar Rp6,7 trilyun, kasus privatisasi Krakatau Steel merugikan negara Rp2 triliun, dan terakhir kasus Komputerisasi KTP Rp6,6 triliun yang dimenangkan teman Presiden SBY sendiri.
“Saya dengar proyek komputerisasi KTP itu dimenangkan teman Bapak Presiden SBY sendiri, padahal dulu ketika kelompok pengusaha Istana itu menang proyek IT KPU pemilu 2009, ternyata tidak bekerja profesional dan DPT kacau balau. Mohon kini jangan diulangi Bapak Presiden lagi,’’ papar Rizal Ramli dalam dialog di Metro TV pada Sabtu (1/1/2011) sore.

Rizal mengingatkan dan mengimbau Presiden SBY, bahwa dulu gerakan reformasi sama-sama berjuang memberantas dan mengatasi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang terjadi zaman Presiden Soeharto, kini jangan lagi hal itu diulangi oleh Presiden SBY. “Harus ingat ada impor beras 1,3 juta ton dengan penunjukkan. Ada proyek KTP yang sudah saya sebut tadi, dan proyek lain yang berbau KKN,” ungkap dia.

Untuk berita selengkapnya, mangga, di klik di sini.😈

Maaf, ya, berhubung Ki Lurah masih istirahat, jadi Ki Lurah tidak memberikan ulasan-ulasan serta pendapat-pendapatnya …🙂

Selamat membaca ! :mrgreen:

Kategori:Nasional
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s